Thursday, November 13, 2014

Gadis Miskin

Kisah Sedih Si Gadis Miskin
Sudah menjadi kehendak Allah memberinya cobaan berupa penyakit kronis yang bersarang dan sudah bertahun-tahun ia rasakan. Ini adalah cerita kisah seorang gadis yang bernama Muha. Kisah ini diriwayatkan oleh zaman, diiringi dengan tangisan burung dan ratapan ranting pepohonan.

Muha adalah seorang gadis remaja yang cantik. Sebagaimana yang telah kami katakan, sejak kecil ia sudah mengidap penyakit yang kronis. Sejak usia kanak-kanak ia ingin bergembira, bermain, bercanda dan bersiul seperti burung sebagaimana anak-anak yang seusianya. Bukankah ia juga berhak merasakannya?
Sejak penyakit itu menyerangnya, ia tidak dapat menjalankan kehidupan dengan normal seperti orang lain, walaupun ia tetap berada dalam pengawasan dokter dan bergantung dengan obat.
Muha tumbuh besar seiring dengan penyakit yang dideritanya. Ia menjadi seorang remaja yang cantik dan mempunyai akhlak mulia serta taat beragama. Meski dalam kondisi sakit namun ia tetap berusaha untuk mendapatkan ilmu dan pelajaran dari mata air ilmu yang tak pernah habis. Walau terkadang bahkan sering penyakit kronisnya kambuh yang memaksanya berbaring di tempat tidur selama berhari-hari.
Selang beberapa waktu atas kehendak Allah seorang pemuda tampan datang meminang, walaupun ia sudah mendengar mengenai penyakitnya yang kronis itu. Namun semua itu sedikit pun tidak mengurangi kecantikan, agama dan akhlaknya…kecuali kesehatan, meskipun kesehatan adalah satu hal yang sangat penting. Tetapi mengapa?
Bukankah ia juga berhak untuk menikah dan melahirkan anak-anak yang akan mengisi dan menyemarakkan kehidupannya sebagaimana layaknya wanita lain?
Demikianlah hari berganti hari bulan berganti bulan si pemuda memberikan bantuan materi agar si gadis meneruskan pengobatannya di salah satu rumah sakit terbaik di dunia. Terlebih lagi dorongan moril yang selalu ia berikan.
Hari berganti dengan cepat, tibalah saatnya persiapan pesta pernikahan dan untuk mengarungi bahtera rumah tangga.
Beberapa hari sebelum pesta pernikahan, calonnya pergi untuk menanyakan pengerjaan gaun pengantin yang masih berada di tempat si penjahit. Gaun tersebut masih tergantung di depan toko penjahit. Gaun tersebut mengandung makna kecantikan dan kelembutan. Tiada seorang pun yang tahu bagaimana perasaan Muha bila melihat gaun tersebut.
Pastilah hatinya berkepak bagaikan burung yang mengepakkan sayap putihnya mendekap langit dan memeluk ufuk nan luas. Ia pasti sangat bahagia bukan karena gaun itu, tetapi karena beberapa hari lagi ia akan memasuki hari yang terindah di dalam kehidupannya. Ia akan merasa ada ketenangan jiwa, kehidupan mulai tertawa untuknya dan ia melihat adanya kecerahan dalam kehidupan.
Bila gaun yang indah itu dipakai Muha, pasti akan membuat penampilannya laksana putri salju yang cantik jelita. Kecantikannya yang alami menjadikan diri semakin elok, anggun dan menawan.
Walau gaun tersebut terlihat indah, namun masih di perlukan sedikit perbaikan. Oleh karena itu gaun itu masih ditinggal di tempat si penjahit. Sang calon berniat akan mengambilnya besok. Si penjahit meminta keringanan dan berjanji akan menyelesaikannya tiga hari lagi. Tiga hari berlalu begitu cepat dan tibalah saatnya hari pernikahan, hari yang di nanti-nanti. Hari itu Muha bangun lebih cepat dan sebenarnya malam itu ia tidak tidur. Kegembiraan membuat matanya tak terpejam. Yaitu saat malam pengantin bersama seorang pemuda yang terbaik akhlaknya.
Si pemuda menelepon calon pengantinnya, Muha memberitahukan bahwa setengah jam lagi ia akan pergi ke tempat penjahit untuk mengambil gaun tersebut agar ia dapat mencobanya dan lebih meyakinkan bahwa gaun itu pantas untuknya. Pemuda itu pergi ke tempat penjahit dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi terdorong perasaan bahagia dan gembira akan acara tersebut yang merupakan peristiwa terpenting dan paling berharga bagi dirinya, demikian juga halnya bagi diri Muha.
Karena meluncur dengan kecepatan tinggi, mobil tersebut keluar dari badan jalan dan terbalik berkali-kali. Setelah itu mobil ambulans datang dan melarikannya ke rumah sakit. Namun kehendak Allah berada di atas segalanya, beberapa saat kemudian si pemuda pun meninggal dunia. Sementara telepon si penjahit berdering menanyakan tentang pemuda itu. Si penjahit mengabarkan bahwa sampai sekarang ia belum juga sampai ke rumah padahal sudah sangat terlambat.
Akhirnyai penjahit itu tiba di rumah calon pengantin wanita. Sekali pun begitu, pihak keluarga tidak mempermasalahkan sebab keterlambatannya membawa gaun itu. Mereka malah memintanya agar memberitahu si pemuda bahwa sakit Muha tiba-tiba kambuh dan sekarang sedang dilarikan ke rumah sakit. Kali ini sakitnya tidak memberi Muha banyak kesempatan. Tadinya sakit tersebut seakan masih berbelas kasih kepadanya, tidak ingin Muha merasa sakit. Sekarang rasa sakit itu benar-benar membuat derita dan kesengsaraan yang melebihi penderitaan yang ia rasakan sepanjang hidupnya yang pendek.
Beberapa menit kemudian datang berita kematian si pemuda di rumah sakit dan setelah itu datang pula berita meninggalnya sang calon pengantinnya, Muha.
Demikian kesedihan yang menimpa dua remaja, bunga-bunga telah layu dan mati, burung-burung berkicau sedih dan duka terhadap mereka. Malam yang diangan-angankan akan menjadi paling indah dan berkesan itu, berubah menjadi malam kesedihan dan ratapan, malam pupusnya kegembiraan.
Kini gaun pengantin itu masih tergantung di depan toko penjahit. Tiada yang memakai dan selamanya tidak akan ada yang memakainya. Seakan gaun itu bercerita tentang kisah sedih Muha. Setiap yang melihatnya pasti akan bertanya-tanya, siapa pemiliknya.?

Monday, October 7, 2013

Mendustakan Agama

Tahukah kamu siapa yang mendustakan agama? Katakan kepadaku, siapakah dia? Wajib bagi orang yang beragama untuk tahu hakikat ini agar dia menjauhi hal ini berikut sifat-sifatnya. Kata tanya di sini dimaksudnya untuk membuat audiens penasaran terhadap berita lanjutannya. Juga sebagai pertanda bahwa masalah ini sangat misteri. Sebab setiap orang mengklaim dirinya membenarkan agama. Apakah kamu tahu siapa yang sesungguhnya mendustakan agama itu? Kalau tidak tahu, itulah sebenarnya yang mendustakan agama itu; yang menghardik dan memperlakukan anak yatim secara kasar serta merampas haknya jika ia mempunyai harta benda, atau haknya untuk mendapatkan sedekah jika anak itu fakir. Dia juga tidak menasihati orang lain untuk memberi makan kepada fakir miskin. Jika menasihati saja tidak, tentu dia sendiri tidak memberi makan kepada mereka.
Lihatlah tanda-tanda orang yang mendustakan agama sebagaimana yang disebutkan Al-Qur’an ini; merampas hak, menyakiti orang lemah, sangat pelit terhadap orang-orang yang memang punya hak. Jika kamu tahu hal itu, sungguh celaka orang-orang yang shalat, mereka yang lalai terhadap shalatnya, yang mengerjakan shalat tanpa khusyu’, tidak menghadirkan hati untuk merenungi keagungan Allah, dan tanpa mentadaburi makna yang dibacanya. Shalat yang dilaksanakan seseorang namun ia tidak merasa berada di hadapan Penciptanya. Anda melihatnya bertasbih dengan otaknya dan menggerak-gerakkan ujung jemarinya namun ia tidak sadar sudah berapa rakaat yang dikerjakannya.
Itulah shalat sebagian orang yang mendustakan agama. Shalat semacam ini tentu saja tidak mencegah perbuatan keji dan mungkar. Karena orang yang mengerjakannya lalai dari dzikir kepada Allah. Lebih dari itu ia juga mengharap agar dilihat manusia disebut-sebut. Mereka lakukan hal itu bukan untuk Allah. Karena terlalu pelitnya, mereka menolak memberi kepada orang yang membutuhkan.
Tahukah kamu siapa orang yang mendustakan agama? Dialah yang berperilaku kasar terhadap anak yatim dan tidak memberikan hak-hak fakir miskin. Di samping itu ia juga lalai terhadap shalatnya, memperlihatkan amalnya kepada manusia, dan menahan pemberiannya kepada orang lain. Celaka dan celakalah orang seperti itu. Kendatipun mereka puasa dan shalat.

Sunday, September 8, 2013

POLITIK UANG PILKADA PALAS




Salah satu pertimbangan peralihan mekanisme pilkada oleh DPRD menjadi pilkada langsung adalah untuk memangkas politik uang (money politics), logikanya calon tidak punya kemampuan untuk membeli suara rakyat yang jumlahnya banyak. Namun fakta menunjukkan bahwa dalam pilkada langsung pun politik uang berlangsung meski dengan ongkos yang makin mahal karena melibatkan pemilih dalam satu daerah pemilihan.

Politik uang dijadikan pilihan oleh kandidat yang sudah menyerah karena tidak mempunyai kemampuan dan popularitas yang rendah. Politik uang akan digunakan calon kepala daerah yang masuk kategori desperate (nekat), tidak ada senjata lain, kemampuan tidak ada, popularitas memble, sehingga ketika bakal calon lolos menjadi calon kepala daerah, tidak ada pilihan lain kecuali politik uang.

Politik uang menjadi pemicu pertama terjadinya lingkaran setan korupsi karena ketika seorang kontestan menginvestasikan jumlah tertentu untuk meraih   kemenangannya dia sudah berhitung untuk mendapatkan kembali uang yang diinvestasikannya itu selama dia bekerja sebagai  anggota legislatif, bupati, gubernur dan lain sebagainya. Dari mana pengembalian uang itu diperoleh? Dari berbagai kasus   orupsi yang dilakukan Kepala Daerah Tingkat Kabupaten dan Daerah diketahui bahwa H A D I T S investasi yang mereka  bayarkan untuk menduduki jabatan penting itu dibayar dari“penyunatan” berbagai anggaran milik kabupaten dan provinsinya  tau melalui penggelembungan anggaran. Ada juga bupati dan gubernur yang dibantu pemunculannya oleh para pengusaha hitam yang tentu saja tidak gratis. Para pengusaha ini telah menyiapkan daftar permintaan konsesi berupa proyek yang diberikan kepada mereka yang biasa berakhir dengan hasil pembangunan proyek yang berharga mahal tapi berkualitas “rendah”.  Rendah dalam arti fisiknya maupun rendah dalam pengertian merendahkan nilai-nilai agama dan norma  masyarakat.

Politik uang melahirkan pemimpin tidak sejati, karena pemimpin yang muncul dari hasil politik uang adalah tipe pemimpin yang sejak awal tidak memiliki kesejatian untuk memimpin. Ia  memerlukan pencitraan yang berbiaya mahal.  pencitraan ini diperlukan untuk memake up habis dirinya dari seorang yang semula memang biasa saja menjadi seorang berbeda sehingga tampak layak  untuk dipilih sebagai pemimpin. Dari sisi etika politik uang jelas memperlihatkan praktik  “pencurian hak”. Karena politik uang yang dilakukan oleh seseorang mengakibatkan berpindahnya hak memimpin yang  semestinya pantas untuk diperoleh oleh seseorang dan beralih kepada orang yang bukan berhak menerimanya.

Mereka yang berhutang untuk biaya pilkada, akan membalas jasa melalui berbagai konsensi kepada pihak yang mengongkosinya pascapilkada, dan pada akhirnya meminggirkan aspirasi masyarakat luas. Situasi ini pula yang belakangan melahirkan perilaku korup para kepala daerah guna mengembalikan hutang-hutang semasa pilkada. Selain secara finansial merugikan masyarakat daerah dengan korupsi APBD, praktik politik uang juga mencendarai terwujudnya pemilu yang demokratis. Suatu pemilu yang demokratis, jujur dan adil (free and fair elections) adalah pemilu yang bebas dari kekerasan, penyuapan, dan berbagai praktik curang lainnya yang akan mempengaruhi hasil pemilu.


Monday, July 15, 2013

Ambisi dan Napsu Dunia Politik




Politisi, adalah dua komponen utama yang kini menjadi soko guru demokrasi kita. Para politisi memulai aksinya dengan membeli suara dari pemilih, agar menjadi berkuasa, mendapatkan uang, lalu membeli kekuasaan yang lebih besar lagi, untuk mendapatkan uang lebih banyak lagi.
 
Uang kini menjadi satu-satunya bahan bakar demokrasi. Tidak ada lagi idealisme, tidak ada lagi kejujuran, musnah sudah asas pengabdian, hilang kini rasa senasib sepenanggungan yang dulu menjadi pilar utama perjuangan. Kepedulian sudah berubah menjadi barang dagangan, lalu rakyat miskin dijadikan komoditi politis. Rakyat yang buta politik dan menjadi pragmatis karena lapar,  dengan licik dimanfaatkan oleh para politisi untuk memainkan sebuah drama elegi bertopengkan demokrasi. Pendidikan politik yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara dan partai politik, telah lama tinggal nama. Yang ada malah pembusukan politik.

Masihkah ada benteng terakhir demokrasi yang diharapkan dapat menyelamatkan peri kehidupan kita berbangsa dan bernegara? Dan bagi para politisi, orang miskin hanya dieksploitasi guna dijadikan alat kampanye dan merengkuh jabatan. Orang miskin hanyalah alat untuk kampanye. Orang miskin hanyalah lumbung suara yang didatangi 5 tahun sekali dan kemudian ditinggal pergi dilupakan dan akan kembali nanti 5 tahun lagi ketika ada kepentingan dengan demokrasi.

Demokrasi yang semestinya menjadi sebuah jawaban atas berbagai persoalan yang mendera Demokrasi yang ada sekarang telah tercerabut dari nilai-nilai khitah nya dan hanya digunakan guna kepentingan berbagai pihak – pihak yang menginginkan kekuasaan, dan sekali lagi rakyat miskin dan orang-orang kelaparan hanya menjadi alat guna meraih dukungan maksimal dari rakyat atas nama Demokrasi.
Sekarang ketika semua telah terlanjur menjadi bubur dimana Demokrasi tak ubah politik dagang sapi dengan menghalalkan segala cara dan jalan menghamburkan uang guna kepentingan politik dan orang miskin serta lapar menjadi lumbung-lumbung suara saja,
perbaikan terhadap sistem ini harus segera diperbaiki.

Sunday, April 7, 2013

Program Kegiatan



MENYAYANGI YATIM MEMBERDAYAKAN DHUAFA

Kita  tidak ingin hanya sekedar menyantuni, tapi kami ingin lebih dari itu. Kita  ingin lebih menyayangi mereka, mengawasi pendidikan mereka, akhlaq mereka, kebutuhan mereka, keinginan mereka dan sebagainya, karena selama ini kami menyadari bukan hanya materi saja yang mereka butuhkan namun lebih dari itu .. kasih sayang ayah, ibu dan kebersamaan dalam satu keluarga itu yang mereka inginkan ... untuk itu Lembaga Sosial ini   bertekad untuk mewujudkan hal tersebut.. namun tanpa bantuan dari muzzaki, donatur, simpatisan dan pemerhati anak anak yatim dan kaum dhuafa sulit untuk merealisasikan hal tersebut..
 
PEMBANGUNAN JIWA DAN SEMANGAT KEMANDIRIAN

Cita-cita kami dalam mengurus mereka adalah agar ketika besar nanti mereka dapat menjadi orang yang sukses dunia dan akherat, dan tidak membebani orang lain, untuk itu kami berharap bisa membantu menyiapkan mereka menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
PROGRAM BACA TULIS  AL-QUR’AN

Program ini bertujuan untuk membina dan mengajarkan mereka tentang Agama Islam, seperti  penanaman aqidah, akhlaq, baca tulis Al-QurĂ¡n, Fiqih dan lain-lain.. Kami ingin mereka mempunyai bekal keimanan dan pemahaman Islam yang kuat. Bentuk program ini adalah “Belajar baca tulis Al-Qur’an” 2 (dua) kali dalam seminggu.
   
Program Bea didik dan Bea Prestasi Yatim

Program Bea didik adalah program pemberian bantuan biaya pendidikan anak-anak yatim dan Dhuafa dari tingkat Sekolah Dasar sampai dengan SLTP, bea didik ini meliputi perlengkapan sekolah (baju seragam, sepatu dan tas), studi wisata dan lain-lain, 70 persen dari dana yatim yang ada di alokasikan pada program bea didik ini.
Sedangkan program Bea Prestasi adalah Uang yang diberikan langsung kepada anak yatim yang berprestasi. Bea Prestasi ini diberikan setiap semester dengan tujuan untuk merangsang prestasi yatim.


Program Kerja Ramadhan

Pada Bulan Ramadhan  ada beberapa program kerja yang akan dilaksanakan, diantaranya adalah : Buka Puasa, Mabit dan Sahur Bersama anak-anak yatim, Pesantren Kilat, Itikaf, Santunan Idul Fitri.
Program Peduli Yatim

Adalah program yang bersifat  santunan temporer seperti pembagian sembako, santunan idul fitri, pengobatan dan khitanan serta kegiatan-kegiatan temporer lainnya.

Webblog (Website sedang disempurnakan) Lembaga Sisial Peduli Kaum Dhuafa (PYDPadanglawas) ini di buat,  dengan harapan untuk mendekatkan jarak antara Yayasan Peduli Kaum Dhuafa dengan para donatur, muzzaki, simpatisan dan para dermawan sekalian, juga sekaligus untuk memantau secara langsung kegiatan, program kerja dan aktivitas Lembaga Peduli Yatim Dhuafa.
Kami berharap dengan website ini semboyan kami untuk lebih amanah, jujur dan profesional dapat terwujud. Juga apa yang kami cita-citakan untuk mencerdaskan bangsa ini dapat tercapai.

PENGURUS
01 Maret 2013
Pembina                     : Zamzam Amandarsyah SH
                                    : H. Hilman Lubis SH, MH
                                   
Pengawas                   : Hj. Dra. Erpi Desrina Hsb, M. Hum
KETUA UMUM         : Ir. Bahrensah Ananda Hsb, M. Hum
WK KETUA               : H. Ir. Lukman Nst
SEKRETARIS                      : Ade Martua Harahap, ST
Bendahara                  : Hj. Delima Rahmi Barumun, ST

Alamat                       : Jl. Sbh-Gn. Tua Km 1 Sibuhuan (Ruko samping Pool Barumun).
Akte Pendirian          : No. 04 tanggal 12 Februari 2013
SKT Kesbang            : No. 001221/321/III/2013 tanggal 28 Maret 2013
SKP DinSos              : No. 460/063.d/2013 tanggal 08 April 2013

             
Untuk menjalankan kegiatan ini kami pengurus membutuhkan 2 (dua) orang staf pelaksana sekaligus bisa menjadi guru di TPA seperti maksud di atas dengan kriteria sbb:
Jenis kelamin             : Wanita (umur 20 s/d 35 thn)
Pendidikan                : Min D3, Diutamakan S1
Domisisli                    : Kab. Padanglawas