Miris rasanya melihat masih saja ada orang-orang pinggiran yang untuk hidup pun harus berjualan daun singkong. Ya, itulah yang terjadi di sekitar kita. Bukannya tak terlihat, namun tak pernah diri kita berusaha membuka mata untuk melihat kenyataan ini. Saya tahu dan sangat yakin bahwwa tuhan Tuhan itu maha adil. Dia telah mengatur semua ini. Menakdirkan banyak dari saudara kita yang hidup sengsara. Penuh tangis.
Sungguh suatu hal yang lucu. Negara yang katanya kemajuan ekonominya menjadi salah satu yang paling berkembang pesat, masih saja belum bisa mengatasi kemiskinan tingkat akut ini. Sudah saatnyalah kita semua peduli.
Kalau pemerintah belum mampu (atau belum mau), kitalah yang harus memulainya. Kasihan mereka. Apakah kita tidak punya hati sampai-sampai membiarkan mereka mati dan membusuk dalm kemiskinan. Indonesia harus berubah.
Jangan lagi ada rakyat kita yang makan nasi aking. Semoga tangan-tangan Tuhan segera terulur memberikan kasih-Nya. Agar tak ada lagi saudara kita yang mati karena kemiskinan dinegeri kita yang semakin merajalela. Amin ya Robbal A’lamin

No comments:
Post a Comment