Sunday, April 7, 2013

Program Kegiatan



MENYAYANGI YATIM MEMBERDAYAKAN DHUAFA

Kita  tidak ingin hanya sekedar menyantuni, tapi kami ingin lebih dari itu. Kita  ingin lebih menyayangi mereka, mengawasi pendidikan mereka, akhlaq mereka, kebutuhan mereka, keinginan mereka dan sebagainya, karena selama ini kami menyadari bukan hanya materi saja yang mereka butuhkan namun lebih dari itu .. kasih sayang ayah, ibu dan kebersamaan dalam satu keluarga itu yang mereka inginkan ... untuk itu Lembaga Sosial ini   bertekad untuk mewujudkan hal tersebut.. namun tanpa bantuan dari muzzaki, donatur, simpatisan dan pemerhati anak anak yatim dan kaum dhuafa sulit untuk merealisasikan hal tersebut..
 
PEMBANGUNAN JIWA DAN SEMANGAT KEMANDIRIAN

Cita-cita kami dalam mengurus mereka adalah agar ketika besar nanti mereka dapat menjadi orang yang sukses dunia dan akherat, dan tidak membebani orang lain, untuk itu kami berharap bisa membantu menyiapkan mereka menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
PROGRAM BACA TULIS  AL-QUR’AN

Program ini bertujuan untuk membina dan mengajarkan mereka tentang Agama Islam, seperti  penanaman aqidah, akhlaq, baca tulis Al-Qurán, Fiqih dan lain-lain.. Kami ingin mereka mempunyai bekal keimanan dan pemahaman Islam yang kuat. Bentuk program ini adalah “Belajar baca tulis Al-Qur’an” 2 (dua) kali dalam seminggu.
   
Program Bea didik dan Bea Prestasi Yatim

Program Bea didik adalah program pemberian bantuan biaya pendidikan anak-anak yatim dan Dhuafa dari tingkat Sekolah Dasar sampai dengan SLTP, bea didik ini meliputi perlengkapan sekolah (baju seragam, sepatu dan tas), studi wisata dan lain-lain, 70 persen dari dana yatim yang ada di alokasikan pada program bea didik ini.
Sedangkan program Bea Prestasi adalah Uang yang diberikan langsung kepada anak yatim yang berprestasi. Bea Prestasi ini diberikan setiap semester dengan tujuan untuk merangsang prestasi yatim.


Program Kerja Ramadhan

Pada Bulan Ramadhan  ada beberapa program kerja yang akan dilaksanakan, diantaranya adalah : Buka Puasa, Mabit dan Sahur Bersama anak-anak yatim, Pesantren Kilat, Itikaf, Santunan Idul Fitri.
Program Peduli Yatim

Adalah program yang bersifat  santunan temporer seperti pembagian sembako, santunan idul fitri, pengobatan dan khitanan serta kegiatan-kegiatan temporer lainnya.

Webblog (Website sedang disempurnakan) Lembaga Sisial Peduli Kaum Dhuafa (PYDPadanglawas) ini di buat,  dengan harapan untuk mendekatkan jarak antara Yayasan Peduli Kaum Dhuafa dengan para donatur, muzzaki, simpatisan dan para dermawan sekalian, juga sekaligus untuk memantau secara langsung kegiatan, program kerja dan aktivitas Lembaga Peduli Yatim Dhuafa.
Kami berharap dengan website ini semboyan kami untuk lebih amanah, jujur dan profesional dapat terwujud. Juga apa yang kami cita-citakan untuk mencerdaskan bangsa ini dapat tercapai.

PENGURUS
01 Maret 2013
Pembina                     : Zamzam Amandarsyah SH
                                    : H. Hilman Lubis SH, MH
                                   
Pengawas                   : Hj. Dra. Erpi Desrina Hsb, M. Hum
KETUA UMUM         : Ir. Bahrensah Ananda Hsb, M. Hum
WK KETUA               : H. Ir. Lukman Nst
SEKRETARIS                      : Ade Martua Harahap, ST
Bendahara                  : Hj. Delima Rahmi Barumun, ST

Alamat                       : Jl. Sbh-Gn. Tua Km 1 Sibuhuan (Ruko samping Pool Barumun).
Akte Pendirian          : No. 04 tanggal 12 Februari 2013
SKT Kesbang            : No. 001221/321/III/2013 tanggal 28 Maret 2013
SKP DinSos              : No. 460/063.d/2013 tanggal 08 April 2013

             
Untuk menjalankan kegiatan ini kami pengurus membutuhkan 2 (dua) orang staf pelaksana sekaligus bisa menjadi guru di TPA seperti maksud di atas dengan kriteria sbb:
Jenis kelamin             : Wanita (umur 20 s/d 35 thn)
Pendidikan                : Min D3, Diutamakan S1
Domisisli                    : Kab. Padanglawas

Wednesday, April 3, 2013

Ciptakan Lapangan Pekerjaan, dan beri Ruang Hidup Layak untuk Keluarga Miskin



                                                                                                                                                            
UNDP tahun 2004, mendefinisikan kemiskinan dengan ciri sebagai berikut: tingkat kepemilikan lahan kecil, kurangnya akses terhadap sumber permodalan, hidup di bawah garis kemiskinan dengan konsumsi per hari kurang dari 2.100 kilo kalori, kondisi papan tidak sehat, akses lemah terhadap air bersih,pendidikan dan kesehatan, rentan perubahan harga kebutuhan pokok, dan sangat tergantung terhadap sumber makanan yang langsung diperoleh dari alam.

Musuh terbesar ummat manusia adalah kemiskinan. Tidak berlebihan jika semua pemerintahan pada level manapun di seluruh dunia menjadikan penanggulangan kemiskinan sebagai agenda pemerintahannya. Sama seperti  pemerintah Indonesia yang menetapkan quadraple strategy pembangunan nasionalnya, yaitu pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment.
Blue  economy menawarkan  suatu terobosan  agar  partisipasi  dari  masyarakat mendapatkan  tempat  sewajarnya,  bukan menghalang-halangi  apa  lagi  melarang  upaya  gotong-royong  masyarakat  dalam  men-ciptakan  suatu  kreasi  baru  yang  menguntungkan  masyarakat  dan  kelompoknya  secara mandiri. Penggunaan pendekatan partisipatif dan budaya gotong-royong serta sumber  daya  lokal  merupakan  prioritas  utama dalam kegiatan pembangunan dalam konteks blue economy. Mengolah bahan-bahan lokal lewat teknologi  sederhana,  apabila  mendapat  dorongan  dan  pemberdayaan,  maka  masyarakat  desa,  khususnya  masyarakat  miskin, akan mampu bangkit dan menjadi wirausaha baru  di  pedesaan.  Dengan  adanya  usaha  baru tersebut,  mereka  yang dulunya  tidak  bekerja,  akan  mampu  bekerja dan mampu bertahan hidup sebagai anak yang bermartabat   secara  mandiri dan gotong-royong.

Jika ingin pengentasan kemiskinan berjalan cepat, maka perlu diperhatikan pembangunan di pedesaan, mereka yang bekerja di pertanian dan perikanan dengan memperhatikan karakteristik dari masing-masing  wilayah, sehingga benar-benar tepat sasaran.  Singkatnya, pengentasan kemiskinan identik dengan pemberdayaan pedesaan, perhatian kepada mereka yang berprofesi di bidang pertanian dan perikanan.
Kita berharap masing-masing SKPD hendaknya dapat melakukan terobosan dalam upaya menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, karena tingkat kemiskinan di daerah pemekaran baru cukup tinggi dan pada umumnya mata pencaharian masyarakat sebagai nelayan tradional, petani kelapa, karet serta buruh lepas. Jika tidak ditunjang dengan program yang jelas guna mengangkat pertumbuhan ekonomi mereka, bisa dipastikan mereka itu akan terus  berada dalam lingkaran kemiskinan.

Seandainya Pemkab Palas punya keberanian :
 
Setelah Hutan Produksi habis dibabat oleh  illegal loging PT SRL dan SSL milik Tan Kian Ho alias Soekanto Tanoto. Mereka menguasai lahan seluas 107 ribu Ha di kawasan yang seharusnya dilindungi. Sesuai  Pansus DPRD Padang Lawas menyatakan izin HTI tersebut illegal dan merekomendasikan untuk dicabut pada tahun 2009. Namun perusahaan tersebut tetap beroperasi hingga sangat merugikan warga Padang Lawas.

 

Apakah Investasi yang dibuat atau dilakukan oleh PT. SSL   ada manfaatnya untuk Masyarakat ??? Masyarakat secara spontan menjawab :”TIDAK ADA” sebaiknya Tinggalkan Bumi Padanglawas dan Kembalikan Tanah Kami itulah Suara nyaring terdengar dan juga suara dari para mahasiswa pada suatu ketika.  Executif Rekomendasikan agar PT. SSL segera meninggalkan Bumi Padanglawas.

Timbul pertanyaan ada apa sebenarnya dengan Pemerintahan CQ Dinas kehutanan PALAS dan PALUTA apa tidak membuka mata dan telinga melihat ini atau sudah hilang rasa/mati rasa silahkan dimaknai agar ini menjadi sebuah renungan bagi Bapak angkatnya  Perusahaan yaitu kehutanan.
SDA Palas yang begitu luas dan subur  yang hanya dikuasai oleh konglomerat melalui perusahaan  seperti PHS, DNS, SSL, SRL ikut berperan aktif berkolaborasi dengan Oknum Pemerintah Daerah untuk memiskinkan masyarakat Palas karena habisnya areal/tempat untuk bertanam dan berusaha. Jadilah tuan di negeri sendiri hanya bisa jadi slogan semata, tapi yang terjadi sekarang adalah kita jadi buruh dan opas di negeri kita yang makmur oleh penjajah/pengusaha mata sipit yang bekerja sama dengan para penghianat rakyat.

Kab. Palas akan punya lahan sawit/karet maupun komoditas lainnya minimal 2 Ha per kk  apabila lahan seluas ini dapat kita kuasai kembali. Bila Pemda punya terobosan untuk mengambil alih  dan membuat semacam PIR (Perkebunan Inti Rakyat) dengan Pemda sebagai Bapak Angkat dan bagikan  kepada masyarakat khususnya KK miskin, saya yakin Kab. Palas bisa menjadi Kabupaten termakmur di Sumatera Utara. Apabila bicara atas nama kepentingan umum dan rakyat miskin, secara hukum semua itu sangat memungkinkan. Tapi beranikah pemegeng otoritas Palas untuk mulai. Maukah anda kehilangan sumber upeti? Berkorbanlah sedikit untuk rakyat yang sedang mengeluarkan keringat dan air mata darah untuk bisa sekedar bertahan.
Bagaimana menurut anda?