Monday, July 15, 2013

Ambisi dan Napsu Dunia Politik




Politisi, adalah dua komponen utama yang kini menjadi soko guru demokrasi kita. Para politisi memulai aksinya dengan membeli suara dari pemilih, agar menjadi berkuasa, mendapatkan uang, lalu membeli kekuasaan yang lebih besar lagi, untuk mendapatkan uang lebih banyak lagi.
 
Uang kini menjadi satu-satunya bahan bakar demokrasi. Tidak ada lagi idealisme, tidak ada lagi kejujuran, musnah sudah asas pengabdian, hilang kini rasa senasib sepenanggungan yang dulu menjadi pilar utama perjuangan. Kepedulian sudah berubah menjadi barang dagangan, lalu rakyat miskin dijadikan komoditi politis. Rakyat yang buta politik dan menjadi pragmatis karena lapar,  dengan licik dimanfaatkan oleh para politisi untuk memainkan sebuah drama elegi bertopengkan demokrasi. Pendidikan politik yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara dan partai politik, telah lama tinggal nama. Yang ada malah pembusukan politik.

Masihkah ada benteng terakhir demokrasi yang diharapkan dapat menyelamatkan peri kehidupan kita berbangsa dan bernegara? Dan bagi para politisi, orang miskin hanya dieksploitasi guna dijadikan alat kampanye dan merengkuh jabatan. Orang miskin hanyalah alat untuk kampanye. Orang miskin hanyalah lumbung suara yang didatangi 5 tahun sekali dan kemudian ditinggal pergi dilupakan dan akan kembali nanti 5 tahun lagi ketika ada kepentingan dengan demokrasi.

Demokrasi yang semestinya menjadi sebuah jawaban atas berbagai persoalan yang mendera Demokrasi yang ada sekarang telah tercerabut dari nilai-nilai khitah nya dan hanya digunakan guna kepentingan berbagai pihak – pihak yang menginginkan kekuasaan, dan sekali lagi rakyat miskin dan orang-orang kelaparan hanya menjadi alat guna meraih dukungan maksimal dari rakyat atas nama Demokrasi.
Sekarang ketika semua telah terlanjur menjadi bubur dimana Demokrasi tak ubah politik dagang sapi dengan menghalalkan segala cara dan jalan menghamburkan uang guna kepentingan politik dan orang miskin serta lapar menjadi lumbung-lumbung suara saja,
perbaikan terhadap sistem ini harus segera diperbaiki.