Anak-anak yatim dan dhuafa memiliki keinginan yang sama dengan anak-anak yang dibesarkan oleh kedua orang tua, di lingkungan keluarga yang secara ekonomi bisa dikatakan mampu untuk membiaya kehidupan anak-anak mereka.
Dari anak-anak yatim dan dhuafa tersebut ada yang telah ditinggal oleh ayahnya sejak mereka bayi, ada yang ditinggal ayahnya saat usia balita, saat duduk ditingkat sekolah dasar, ada beberapa yang masih memiliki ayah dan ibu tapi ayah dan ibunya tidak memiliki kemampuan untuk membesarkan mereka sehingga dititipkan dip anti asuhan oleh orang tuanya. Ada juga yang dititipkan oleh tetangganya karena orang tuanya sudah meninggal dalam sebuah kecelakaan sehingga anak ini tidak memiliki keluarga yang mau membesarkan dan membiayai mereka.
Melihat wajahnya yang lugu, pendiam saat ditanya atau berinteraksi dengan anak-anak lain, seolah mereka memendam sebuah kesedihan yang membuat mereka agak menutup diri dengan dunia luar. Mereka sangat membutuhkan kasih sayang, perhatian dan bimbingan dari orang yang peduli akan keberadaan mereka. Mereka bercita-cita sama dengan anak-anak yang hidup di luar panti.
Mereka ingin suatu saat bisa merubah kehidupannya sekarang. Saat ini mereka membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan rasa percaya dirinya, pelatihan lifeskills agar kelak setelah lulus sekolah menengah atas dan keluar panti ia bisa memiliki sebuah kemampuan untuk mendapatkan rejeki minimal untuk kehidupannya, lebih bagus lagi bila ia bisa menciptakan lapangan kerja untuk dirinya dan teman-teman di panti. Selama ini belum ada pendampingan atau pelatihan lifeskills yang sangat mereka butuhkan.
Rosulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menyayangi dan menyantuni anak yatim. Kelak di akherat nanti, orang yang sangat menyayangi dan menyayangi anak yatim akan bersama dengan Rosulullah SAW di syurga dengan jarak seperti jari tengah dan jari telunjuk. Rosulullah bersabda, “Siapa yang memakaikan seorang anak pakaian yang indah dan mendandaninya pada hari raya, maka ALLAH SWT, akan mendandani /menghiasinya pada hari kiamat. ALLAH SWT mencintai terutama setiap rumah, yang didalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barang siapa yang memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di Surga.”
ReplyDelete